Kamis, 18 November 2010

Data Kelompok Trojan

Manajemen Keamanan Sistem Informasi
Universitas Budi Luhur
Trojan Team
AB

1. Ahmad Rashif Wiradisastra (0812500593)
2. Elfa Syahar Ramadhan (0812503233)
3. Evano Tri Hutomo (0812501872)
4. Iman Sutopo (0812502847)

Sumber :

ultraboy.wordpress.com
books.google.co.id
http://gahara-blog.blogspot.com/2010/11/tujuan-prosedur-pengendalian.html
http://devy-udin.web.ugm.ac.id/?cat=6

Jawaban Tugas MKSI Kelompok AB Part 6

Tujuan audit pada Pengembangan Sistem dan Prosedur Pemeliharaan yang tidak memadai :

* Memverifikasi bahwa ada pengendalian untuk melindungi data, program, dan komputer dari akses secara tidak sah, manipulasi penghancuran dan pencurian.
    * Memverifikasi kecukupan supervisi dan prosedur operasi untuk mengimbangi kurangnya pemisahan berbagai pekerjaan antara pengguna, programer, dan operator.
    * Memverifikasi bahwa prosedur pemilihan dan pengadaan sistem menghasilkan aplikasi yang berkualitas tinggi, dan melindungi dari perubahan yang tidak sah.
    * Memverifikasi bahwa ada prosedur pembuatan cadangan untuk mencegah kehilangan data serta program karena kegagalan sistem, kesalahan, dan sebagainya.
    * Memverifikasi bahwa sistem bebas dari virus dan cukup terlindungi untuk meminimalkan resiko terinfeksi virus atau objek yang hampir sama lainnya.

Prosedur audit pada Pengembangan Sistem dan Prosedur Pemeliharaan yang tidak memadai :

* Auditor harus memverifikasi bahwa mikrokomputer serta file-nya secara fisik terkendali. Komputer desktop seharusnya di buat permanen unutuk mengurangi peluang terjadinya pemindahan. kunci harus ada untuk menutup kemungkinan input dari keyboard dan drive A.
    * Auditor harus mengkonfirmasikan bahwa laporan transaksi yang di proses, daftar akun yang diperbarui, dan total pengendalian dibuat, disebarluaskan, dan direkonsiliasi oleh pihak manajemen yang terkait secara reguler dan tepat waktu.

    * Auditor harus memverifikasi dari struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, dan observasinya bahwa para programer palikasi yang melakukan fungsi keuangan yang signifikan tidak mengoperasi pula berbagai sitem tersebut. Dalam unit perusahaan yang lebih kecil di mana pemisahan fungsi akan menjadi tidak praktis, auditor harus memverifikasi bahwa ada supervisi yang memadai atas berbagai pekerjaan ini.
    * Jika dibutuhkan, auditor harus menentukan apakan pengendalian kata sandi multitingkat digunakan untuk membatasi akses ke data dan aplikasi.
    * Jika digunakan hard drive yang dapat dipindahkan, auditor harus memverifikasi bahwa drive terkait dipindahkan dan disimpan dalam sebuah lokasi yang aman ketika digunakan.
    * Dengan memilih satu sample file cadangan, auditor dapat memverifikasi bahwa prosedur pembuatan cadangan dapat ditaati. Degan memmbandingkan nilai data dan tanggal disket cadangan, untuk file produksi, auditor dapat menilai frekuensi dan kecukupan prosedur pembuatan cadangan.
    * Auditor harus memverifikasi bahwa kode sumber aplikasi secara fisik aman (seperti disimpan dalam lemari besi) dan bahwa hanya versi kompilasinya saja yang disimpan di mikrokomputer.
    * Dengan mengkaji pengendalian pemilihan dan pengendalian sistem, auditor harus memverifikasi bahwa peranti lunak komersial yang digunakan dalam mikrikomputer dibeli dari vendor yang bereputasi untuk memastikan bahwa kebutuhan pengguna telah dipertimbangkan penuh dan bahwa peranti lunak yang dibeli memenuhi kebutuhan tersebut.
    * Auditor harus mengkaji berbagai teknik mengendalikan virus.

Jawaban Tugas MKSI Kelompok AB Part 5

Tujuan Audit pada Pengendalian jejak audit elektronik :

Agar daftar yang didesain bisa untuk mencatat berbagai aktivitas dalam tingkat sistem, aplikasi, dan pengguna. Jika diimplementasikan dengan benar, jejak audit memberikan pengendalian deteksi yang penting untuk membantu mewujudkan tujuan kebijakan keamanan. Jejak audit biasanya terdiri dari dua jenis data audit yaitu daftar terperinci mengenai tiap ketikan dan daftar yang berorientasi pada peristiwa.

Prosedur Audit pada Pengendelian jejak audit elektronik :

Mengidentifikasi perubahan yang tidak diotorisasi, yaitu
    Merekonsiliasi program version number
    Mengkonfirmasi otorisasi pemeliharaan
    Mengidentifikasi kesalahan aplikasi, yaitu
    Merekonsiliasi source code
    Mereview hasil pengujian
    Menguji kembali program
    Menguji akses ke libraries, yaitu
    Mereview tabel otorisasi programmer
    Menguji tabel otorisasi

Jawaban Tugas MKSI Kelompok AB Part 4

Tujuan Audit pada Kebijakan kata kunci atau password :

Pastikan bahwa perusahaan memiliki kebijakan kata sandi yang memadai dan efektif untuk mengendalikan akses ke system informasi.

Prosedur Audit pada Kebijakan kata kunci atau password :

  • Memverifikasi bahwa semua pengguna diharuskan memiliki kata sandi

  • Memverifikasi bahwa semua pengguna diberikan arahan dalam penggunaan kata sandi mereka dan peran penting pengendalian kata sandi

  • Tentukan apakah telah ada prosedur untuk mengidentifikasi berbagai kata sandi yang gampang lemah. Proses ini dapat melibatkan penggunaan peranti lunak untuk memindai file kata sandi secara teratur

  • Nilai kecukupan standar kata sandi seperti dalam hal panjangnya dan interval kadaluwarsanya

  • Tinjau kembali prosedur dan kebijakan penguncian akun. Kebijakan system informasi memungkinkan administrator system menetapkan tindakan yang akan dilakukan setelah ada beberapa usaha yang gagal untuk log on. Auditor harus menentukan berapa banyak usaha log on yang dibiarkan terjadi sebelum akun tersebut dikunci. Durasi penguncian juga perlu dilihat. Proses ini dapat berkisar dari penguncian beberapa menit atau permanen yang akan membutuhkan aktivasi akun kembali.

Jawaban Tugas MKSI Kelompok AB Part 3

Tujuan Audit pengendalian keseluruhan system :

Pengendalian audit sistem informasi dikembangkan dengan mempehatikan tujuan
spesifik pengolahan informasi, sehingga tidakada informasi yang sifatnya bias dan jauh darikeputusan yang semestinya.Pengendaliam sistem dapat dikatakan sebagai
suatu fungsi manajemen yang bertujuan untuk mengusahakan agar aktivitas sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan perencanaan Keterkaitan antara audit sistem informasi terhadap kegiatan usaha manajemen dalam rangka mencapai tujuan menyadarkan pentingnya bahwa tidak ada suatu sistem yang benar-benar sempurna
dan bebas dari penyimpangan sehingga tidak diperlukan suatu pengendalian.
Oleh karena itu, audit sistem informasi berorientasi pada 3 lingkungan manajemen, dari
level pencak, menengah dan terbawah. Adapun data yang dikelola menyangkut prosedur sistem berbasis keuangan dan non keuangan

pengendalian interen mengarahkan aktivitas organisasi usaha untuk mencapai tujuan.
Sistem ini terdiri dari kebijakan dan prosedurprosedur untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan perusahaan dapat tercapi tanpa hambatan. Konsep struktur pengendalian interen dasarkan dua premis utama, yakni tanggung jawab manajemen dan jaminan yang memadai. Tujuan audit sistem informasi adalah untuk meninjau ulang (review) dan mengevaluasi pengawasan internal yang diaplikasikan untuk
menjaga keamanan, memeriksa tingkat kepercayaansistem informasi dan mereview operasional sistem aplikasi.


Prosedur Audit pengendalian keseluruhan system :

Pada dasarnya Alat dari sistem pengendalian yang umum dilakukan adalah dibagi dua yaitu pengendalian Umum (General Control) dan Pengendalian Aplikasi (Application Control) yang mengacu pada tiga komponen atau elemen sebagai struktur pengendalian intern berupa Lingkungan pengendalian, Sistem Akuntansi dan Prosedur-prosedur Pengendalian.
a. Lingkungan pengendalian (Control Environment) yakni, suatu batasan dalam
organisasi yang memberikan pengaruh kolektif dari berbagai faktor untuk menetapkan,
menigkatkan atau memperbaiki efektivitas kebijakan dan prosedur-prosedur tertentu.
Faktor-faktor ini antara lain: Filosofi dan gaya operasional manajemen, Struktur
organisasi,Fungsi dewan komisaris dan anggota-anggota, Metode pembebanan otoritas
dan tanggung jawab, Metode-metode pengendalian manajemen, Fungsi audit interen,
Kebijakan dan praktek-praktek kepegawaian, Pengaruh dari luar yang berkaitan dengan
Perusahaan

b. Sistem Akuntansi (Accounting Systems)
yakni, suatu organisasi yang terdiri dari metode
dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifika-sikan, mengumpulkan,
menganalisis, mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi serta
menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban berkaitan.

c. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
yakni, kebijakan dan prosedur–prosedur yang
tercakup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang diterapkan oleh
manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan dapat
dicapai. Metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk identifikasi, mengumpulkan, menganalisa, mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban dan kewajiban yang berkaitan meliputi Otorisasi dan kegiatan yang Memadai, Pemisahan Tugas, Desain dan Penggunaan Dokumen serta Catatan yang Memadai, Penjagaan Asset dan Pencatatannya yang Memadai, Pemeriksaan Independen Atas Kinerja.
Pengendalian yang memadai merupakan tali pengikat yang kuat diantara 4 fungsi manajemen lainnya yakni:
1. Pengendalian memerlukan penetapan standar dan metode pengukuran prestasi.
2. Pengendalian pada dasarnya adalah mengukur
prestasi kerja.
3. Pengendalian membandingkan prestasi kerja dengan standar ukur yang telah ditetapkan.
4. Pengendalian merupakan tindakan yang sifatnya korektif, yakni suatu perbaikan terhadap hasil yang dicapai agar mencapai standar yang diinginkan manajemen.

Jawaban Tugas MKSI Kelompok AB Part 2

Tujuan Audit untuk perencanaan pengendalian toleransi kegagalan system :



Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah struktur pengendalian intern yang digariskan diterapkan sebagaimana mestinya atau tidak. Dalam tahap ini auditor dapat menggunakan ‘ COMPUTER ASSITED EVIDANCE COLLECTION TECHNIQUES’ (CAECTs) untuk menilai keberadaan dan kepercayaan auditor terhadap struktur pengendalian intern tersebut.


Prosedur Audit pada perencanaan pengendalian toleransi kegagalan system :

1. Kebanyakan sistem yang menggunakan RAID menyediakan pemetaan grafis disket penyimpanan redundannya. Dari pemetaan ini,auditor harus menentukan apakah tingkat RAID yang ada memadai bagi perusahaan,dengan mempertimbangkan tingkat risiko bisnis yang berkaitan dengan kegagalan disket tersebut.

2. Jika perusahaan tidak menggunakan RAID,potensi suatu titik kegagalan sistem akan ada. Auditor harus mengkaji bersama dengan administrator sistem berbagai prosedur alternatif untuk pemulihan dari kegagalan disket.

3. Menentukan bahwa berbagai salinan disket boot telah dibuat untuk beberapa server di jaringan berguna untuk berjaga-jaga jika terjadi kegagalan sektor boot yang normal,disket.

Rabu, 17 November 2010

Jawaban Tugas MKSI Kelompok AB Part 1

Tujuan Audit untuk perencanaan pemulihan bencana dan prosesnya

Perencanaan pemulihan dari bencana bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat kapasitas dan proses data sebelum, pada wktu dan sesudah bencana. Tujuan dari perencanaan pemulihan bencana adalah untuk mencegah perpanjangan interupsi proses data dan operasi bisnis akibat kebakaran, bencana alam, sabotase dan vandalism.

Prosedur Audit pada pemulihan bencana

Tujuh langkah proses audit:

1.Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen risiko serta control practice yang dapat disepakati semua pihak.
2. Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci.
3. Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat.
4. Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan.
5. Telaah apakah tujuan audit tercapai.
6. Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan.
7. Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen risiko serta control practice.